Thursday, December 25, 2014

Pentingnya Seritifikasi Akutansi

Sertifikasi profesional adalah suatu bentuk pengakuan atas keprofesionalan seseorang  akan bidang yang digelutinya. Dalam pasar tenaga kerja sertifikat profesional yang dimiliki sesorang menjadi daya jual orang tersebut, sertifikat tersebutlah yang membedakan tingkat kualitas dan keahlian seorang tenaga kerja dibanding dengan tenaga kerja lainnya. Misalkan saja seorang yang memiliki sertifikasi internal auditor tentu akan lebih dipercaya oleh manajemen perusahaan untuk dipekerjakan meng-audit perusahaan dibanding orang lain yang tidak memilikinya.
Ada banyak jenis sertifikat profesional yang sekarang tersedia di lembaga-lemabga penyedia, baik itu yang bersifat lokal maupun internasional. Jika sifatnya lokal, tentu ia hanya dipercaya pada tingkat lokal saja, jika sertifikatnya dikeluarkan lembaga internasional, maka dimanapaun ia berada di seluruh dunia sertifikat itu akan berlaku dan diakui.
Biasanya setiap sertifikat yang dikeluarkan oleh suatu lembaga disertai juga gelar profesional yang dapat disandang di belakang nama pemegang sertifikat tersebut. Misalnya bila seorang memiliki sertifikat Certified Public Accountant (CPA), maka orang tersebut berhak menyandangkan gelar CPA di belakang namanya.
Dalam paparan singkat ini, saya mencoba menyajikan beberapa sertifikasi yang umumnya dikelan luas dalam dunia profesional khususnya di bidang yang terkait dengan keuangan.

Certified Public Accountant (CPA)
Nama sertifikasi ini hampir sama dengan  yang digunakan hampir di semua Negara. Indonesia baru saja menggunkan istilah ini, sebelunya masih menggunakan sebutan Besertifikat Akuntan Publik (BAP). Lembaga yang mengeluarkan sertifikat ini adalah Institute Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Untuk dapat memiliki sertifikat ini, seorang harus lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP). Untuk dapat mengukuti ujian tersebut seorang haruslah memilki gelar akuntan. Penyandang gelar sertifikasi ini dapat membuka Kantor Akuntan Publik sendiri setelah memenuhi syarat yang ditentukan, termasuk syarat jam mengaudit. Di beberapa Negara seperti Amerika, Australia, dan Negara lainnya, gelar ini juga dikeluarkan oleh asosiasi akuntan di negaranya masing-masing. Berbeda dengan gelar lainnya yang akan saya jelaskan berikutnya, CPA biasanya hanya berlaku di suatu Negara saja karena mengacu pada undang-undang di negaranya masing-masing.

Certified Internal Auditors (CIA)
Dalam lingkungan profesi Internal Auditor, gelar CIA masih menjadi primadona, selain gelar CIA memang juga ada gelar lokal yang terkenal di Indonesia seperti Qualified Internal Auditor (QIA) yang diselenggarakan oleh YPIA, Professional Internal Auditor (PIA) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi STAN, dll. Sertifikat CIA dikeluarkan oleh The Institute of Internal Auditor (IIA) yang berpusat di Florida USA. IIA adalah lembaga profesi yang cukup solid karena memilki keanggotaan di seluruh dunia, cabang (Chapter) yang tersebar dan terstruktur vertikal di seluruh dunia dan sertifikasi yang dikeluarkannya berlaku di seluruh dunia. Untuk dapat memiliki sertifikat tersebut seseorang harus mengukuti 4 level tes yang dilakukan secara online, bahkan sudah disediakan tes dalam Bahasa Indonesia. Di Indonesia ada 3 lembaga yang sering melakukan review (persiapan) terhadap ujian CIA ini, yaitu Pusat Pengambangan Akuntansi UI, Yayasan Pendidikan Internal Auditor dan Binus Business School. Khusus bagi pemegang sertifikat QIA, karena telah diakui credit eligibilitynya oleh IIA, diberikan diskon lulus level 4. Selain CIA, IIA juga mengeluarkan sertifikat lainnya yaitu Certified Control Self Assessment (CCSA) dan Certified Government Audit Professional (CGAP).

Certified Management Accountants (CMA)
Bagi Akuntan Manajemen, sertifikat ini sangat dikenal luas karena capabilitynya yang memiliki pemahaman menyeluruh terhadap akuntansi manajemen perusahaan. Gelar CMA yang banyak dimiliki profesional akuntan manajemen di Indonesia adalah CMA yang dikeluarkan oleh The Institute for Certified Management Accountants (ICMA) Australia chapter. Untuk dapat memiliki sertifikat ini seorang haruslah mengukuti pendidikan yang diakhiri dengan ujian. Di Indonesia ICMA menggandeng IPMI Business School sebagai mitranya melakukan pendidikan dan tes.
Chartered Management Accountants (CMA)
Sertifikat ini dikeluarkan oleh Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) yang berbasis di Inggris. Dalam lingkungan profesi akuntan manajemen internasional gelar CMA yang dikeluarkan oleh CIMA besaing ketat dengan gelar CMA yang dikeluarkan oleh ICMA. Di Indonesia CMA yang dimiliki oleh para professional akuntan manajmen masih didominasi oleh CMA yang dikeluarkan oleh ICMA karena latar belakang geografis Indonesia yang lebih dekat dengan Australia dari pada Inggris. Untuk dapat memiliki sertifikat ini seseorang harus mengikuti pendidikan yang juga diakhiri oleh tes. Di Indonesia partner CIMA dalam melakukan pendidikan dan test adalah Iverson School of Business.

Certified Professional Management Accountants (CPMA)
Sertifikat ini hampir sama dengan CMA yang dekeluarkan oleh CIMA dan ICMA di atas, hanya saja CPMA bersifat lokal karena dikeluarkan oleh Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI). Dalam setahun IAMI mengadakan dua kali tes yaitu pada bulan April dan Nopember.
Certified Information System Auditor (CISA)
Sertifikat CISA menjadi sertifikat yang sangat bergengsi dalam lingkungan IT Audit. Tuntutan quality assurance atas produk dan jasa yang dihasilkan dari teknologi IT sangat besar, oleh karena itu dibutuhkan professional handal yang dapat memberikan keyakinan bahwa information system suatu organisasi sudah memadai. CISA pada awalnya dikeluarkan oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA), namun sekarang nama itu berganti menjadi singkaannya saja yaitu ISACA. Bagi warga Indonesia yang hendak mengambil sertifikat ini tidak perlu repot pergi ke Amerika dimana ISACA berpusat, sama seperti CIA, PPAK UI dan YPIA juga memfasilitasi pelaksanaan review dan ujian. Selain CISA, certifikat lain yang dikeluarkan oleh ISACA adalah Certified Information Security Manager (CISM), Certified in the Governance of Enterprise IT (CGEIT), dan Certified in Risk and Information Systems Control (CRISC).

Chartered Financial Analyst (CFA)
CFA adalah sertifikat professional yang sangat bergengsi dalam lingkungan analis keuangan dan investasi. Sertifikat ini dikeluarkan oleh CFA Institute. Untuk bisa memeiliki sertifikat CFA , seorang harus lulus 3 level ujian (6 jam per level) dan memiliki pengalaman minimum empat tahun dalam pengambilan keputusan keuangan dan investasi. Di Indonesia Binus Business School adalah lembaga yang melakukan persiapan untuk ujian tersebut.
Certified Financial Planner (CFP)
Makin kompleksnya tuntutan hidup masyarakat sehingga diperlukannya perencanaan keuangan yang baik adalah latar belakang lahirnya CFP ini. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Financial Planning Standards Board (FPSB). Seseorang harus lulus empat tahap ujian untuk dapat memiliki sertifikat ini, yaitu mencakup Foundation in Financial Planning, Investment Planning, Risk Management & Insurance Planning dan Retirement, Income Tax and Estate Planning. Sertifikat lain yang dikeluarkan FPSB adalah Registered Financial Planner (RFP).

Financial Risk Manager (FRM)
Banyak masalah keuangan dan operasional yang terjadi belakangan ini disebabkan karena rentannya manajemen risiko perusahaan. Oleh karena itulah, belakangan ini perhatian akan manajemen risiko perusahaan semakin meningkat, termasuk didalamnya pembekalan pemahaman risiko kepada para professional manajemen risiko. Sertifikat Financial Risk Manager (FRM) dikeluarkan oleh Global Association of Risk Professionals (GARP) yang berkantor di New Jersey dan London. Selain FRM sertifikat lain yang dikeluarkan oleh GARP adalah Energy Risk Professional (ERP). Bagi warga Indonesia yang ingin mengikuti program preparatory FRM ini dapat menghubungi Binus Business School.

Certified Fraud Examiners (CFE)
CFE dikeluarkan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Dengan memiliki sertifikat ini berarti seseorang memiliki pemahaman dan keahlian sebagai professional anti kecurangan. Syarat untuk mengikuti ujian CFE adalah minimum berpendidikan sarjana dan memiliki pengalaman kerja di bidang  terkait (accounting & auditing, criminology & sociology, fraud investigation, loss prevention and law) minimum dua tahun.

Certified Wealth Managers (CWM)
Profesi wealth manager adalah profesi yang sangat dibutuhkan dalam industry perbankan. Para professional perbankan dituntut kompetensinya dalam mengelola kekayaan nasabah yang dipercayakan kepadanya. CWM dikeluarkan oleh Certified Wealth Managers’ Association (CWMA). MM UGM adalah lembaga yang menyediakan preparatory untuk program ini. Program CWM memiliki empat level, setiap lulus masing-masing level akan diberikan sertifikatnya masing-masing. Lulus level 1 (Modul WM01) sebagai “Affiliate Wealth Manager” (Aff.WM), lulus level II (Modul WM01 – WM03) sebagai “Associate Wealth Manager” (AWM), Lulus level III (Modul WM01 – WM06) sebagai “Qualified Wealth Manager” (QWM) dan lulus level IV (Modul WM 01 – WM07) sebagai “Certified Wealth Manager” (CWM).

Diploma in International Financial Reporting (DipIFR)
Sebagai dampak harmonisasi standar akuntansi diseluruh dunia yang mengerucut pada International Financial Reporting Standard (IFRS) dibutuhkan para professional accounting yang memiliki keahlian dibidang IFRS tersebut. Diploma in International Financial Reporting (DipIFR) lahir untuk memenuhi kebutuhan akan professional tersebut. DipIFR dikeluarkan oleh Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) yang bermaskas di Glasgow UK. Pemegang sertifikasi ini masih terbilang sedikit di Indonesia, selain karena soal yang diujikan sangat sulit juga disebabkan karena IFRS masih belum familiar di Indonesia. Bagi pra professional yang mau mengikuti ujian DipIFR dapat menghubungi Iverson School of Business yang merupakan mitra ACCA di Indonesia. Selain DipIFR beberapa sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh ACCA adalah Chartered Certified Accountant (ACCA), Certified Accounting Technician (CAT), Certified International Auditors (CertIA), Diploma in Financial Management (DipFM), Certified International Financial Reporting (CertIFR) dan lain-lain.

Besertifikat Konsultan Pajak (BAP)
Salah satu persyaratan untuk mendapatkan ijin praktek sebagai konsultan pajak adalah lulus Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) sesuai dengan keputusan Menteri keuangan No 485/KMK.03/2003. Bagi profesional yang telah lulus ujian ini berhak mendapatkan gelar BAP. USKAP terdiri dari 3 tahap ujian yang dikatagorikan sebagai USKP A, USKP B dan USKP C. Syarat-syarat untuk dapat mengikuti USKP antara lain adalah berpendidikan sarjana, melampirkan foto copy ijazah sarjana, melunasi biaya-biaya pendaftaran dan biaya ujian. Lebih detail mengenai hal ini dapat ditanyakan kepada IKPI via telepon ataupun akses langsung ke website IKPI di www.ikpi.or.id.

Untuk itu menghadpi persaingan maka diperlukan Sertifikasi ini. Kalau saya pribadi akan mengambil CPA untuk menjadi seorang akuntan publik

Setelah 1 semester menjadi mahasiswa Telkom University

Perasaan Saya setelah menjadi mahasiswa di Telkom University selama 1 semester , saya sangat senang dimana universitas tempat saya berkuliah adalah salah satu universitas yg cukup terkenal di Indonesia. Bisa dilihat dari mahasiswa/mahsiswi yg berasal dari berbagai macam daerah. Hampir disetiap bagian Indonesia ada perwakilannya. yah hampir miniatur Indonesia lah. Disini juga





Dosennya cukup berkompeten dalam mengajar mata kuliah mereka adalah dosen yg menurut saya ahli dibidangnya. Tenaga Pengajar disini juga rata rata mahir berbahasa inggris jadi ketika mengajar kadang menggunakan istilah yg berbahasa inggris. Pengarjaran seperti itu sangat membantu mahasiswa kelak dalam menghadapi dunia kerja apalagi ditahun 2015 akan ada MEA (Masyrakat Ekonomi Asean ) dimana pekerja dari luar Indonesia seperti singapura dan malaysia akan bebas melamar kerja disini jika itu terjadi saingan dalam dunia pekerjaan besok bukan lagi hanya dalam negeri tapi dari Luar Negeri . Maka dari itu perlu pengajaran tingkat world class University untuk bisa menghadapi MEA ini. dan menurut saya, saya telah mendapatkannya di Telkom University.


Pentingnya Penguasaan Teknologi dibidang Akuntansi



Menurut saya penguasaan bidang teknologi dibidang akuntansi sangatlah penting karena di era yang semakin modern ini dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat dan tepat. Maka dari itu untuk bidang Akuntansi diperlukan Penguasaan Teknologi agar pekerjaan bisa cepat terselesaikan dan tepat apalagi di ketika auditing sangatlah diperlukan ketelitian yg sangat luar bisa. maka dari itu diperlukan adanya Teknologi yg bisa mendukung itu. Agar semakin sedikit Human error ketika mengaudit maka dari itu Teknologi sangat lah diperlukan.



Contoh ketika kita mengerjakan lembar kerja (Worksheet) dalam laporan.Kita tidak perlu membuat tabel secara manual dan menghitungnya secara manual juga. Kalau datanya sedikit masih mending kalau sudah menyangkut transaksi dalam bisnis pasti banyak jika menggunakan manual maka kita akan kesulitan menyelesaikannya secara cepat. Maka dari itu kita perlu menguasai teknologi seperti MS Excel. Di excel disediakan formula atau fungsi yg mempermudah kita dalam membuat jurnal, buku besar,work sheet dan laporan keuangan. Jadi kita tidak perlu menghitung secara manual lagi. Kesalahan dalam pengerjaan juga semakin diperkecil

Itu merupakan pendapat saya mengenai penguasaan teknologi di bidang Akuntansi

Thursday, December 18, 2014

Tips Membeli Laptop Ala Mahasiswa

Sekarang saya bakal bahas mengenai laptop. Laptop adalah sebuah kotak yang kaya komputer tapi mudah dibawa-bawa daripada harus bawa cpu kan berat hahaha. Laptop sekarang sudah jadi alat yang wajib dimiliki oleh setiap siswa/mahasiswa untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Kebayang ngga kalo kita ngga punya laptop? Apalagi kalo lg ada tugas yang mahadahsyat banyaknya dan lagi kalo tugasnya dadakan dikerjainnya tengah malem ya masa aja harus cari warnet? kan sekarang udah jarang ada warnet kalau adapun pasti warnet game online bukan warnet buat ngerjain tugas. Walaupun sekarang trend smartphone dan tablet, namun peran laptop tetap tak dapat tergantikan dalam beberapa hal maka dari itu kita sebagai mahasiswa wajib mempunyai laptop.
Tapi kan harganya mahal, iya emang bener tapi kan sekarang udah banyak laptop yang murah tapi berkualitas. Nah buat kamu, para pelajar atau mahasiswa yang ingin membeli laptop dan sedikit bingung, berikut beberapa tips yang bisa digunakan:


1. Pilih Sesuai Kebut
uhan
Spesifikasi laptop yang di butuhkan oleh mahasiswa tentu saja berbeda dengan yang di butuhkan oleh pengusaha. Mahasiswa ataupun pelajar mungkin banyak yang membutuhkan laptop untuk mengerjakan tugas-tugasnya, jadi tidak dibutuhkan jenis laptop dengan spec yang sangat tinggi. Yang penting cukup untuk menyimpan data dan fitur-fitur multimedia lainnya untuk sekedar browsing, dengerin musik dan nonton film. Tapi untuk gamers Laptop dengan spesifikasi biasa saja tidak akan cukup karna akan membuat lag atau lemot ketika bermain game malah yg paling parah game nya ga bisa di install di laptop karena spec tidak mencukupi. Juga untuk mahasiswa / mahasiswi Dkv dan yg berhubungan dengan desain desain, Laptop mereka yg butuhkan hampir sama dengan laptop para gamers yaitu laptop yg mencukupi untuk kualitas resolusi dan tidak lemot maka dibutuhkan yg VGA dan RAM nya besar kapasitas nya mereka ketika mendesain membutuhkan hal hal yg detail.

2. Sesuaikan dengan Budget Yg Kamu Punya
Sesuaikan budget yang kita siapkan dengan jenis laptop yang diinginkan, jika budget minim, kita masih bisa memberlinya dengan spec yang minim namun masih sesuai dengan kebutuhan atau alternanif lainnya ada bisa membeli laptop second namun kualitasnya masih baik. Ingat laptop yang baik itu belum tentu mahal, Laptop yg baik adalah laptop yg spec nya bagus dan harganya murah dan jikapun itu mahal setidaknya pastikan kalau spec dan harga berbanding lurus

3. Beli di Toko yg Terjamin
Membeli laptop harus dari toko yang terpercaya. Coba cari informasi dari teman, sahabat, kakak tingkat atau yang sudah berpengalaman membeli laptop dan minta rekomendasi toko yang bisa dipercaya.. Jangan percaya dengan ‘janji manis’ para sales laptop yang belum diketahui asal-usul barang yang dijualnya. 
Kalau bisa sebelum membeli cari Spec seperti apa yg kita inginkan di internet terus kalau udah selesai cari laptop dengan merk apanya setelah selesai cari toko centernya kan terjamin tuh

4. Perhatikan Garansi Laptopnya
Merk laptop yang baik selalu memiliki garansi resmi. Jangan membeli laptop yang tanpa garansi resmi. Karena hal tersebut akan membuat kita ribet kalo kita mau jual lagi. Pastikan juga garansi tersebut dikirim ke vendor atau produk tersebut telah terregistrasi.


5. Cek Kelengkapan Laptopnya
Segera cek kelengkapan laptop yang baru saja kita beli. Pastikan laptop dalam keadaan tersegel baik di luar maupun dalam. Jangan terima jika segel dalam keadaan terbuka.

Satu lagi tips dari saya, bijaklah sebelum membeli,jangan membeli hanya untuk gengsi hahaha sekian artikelnya semoga bermanfaat

Alasan Mengapa Akuntansi di Telkom University

Saya adalah salah satu Mahasiswa Telkom University Jurusan S1 AKUNTANSI, saya akan memberi alasan kenpa saya memilih Jurusan AKUNTANSI di Telkom University, sebelumnya Saya akan memberi sedikit informasi tentang TELKOM UNIVERSITY.





Telkom University (disingkat Tel-U)- merupakan penggabungan dari beberapa institusi yang berada dibawah badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yaitu IT Telkom, IM Telkom, Poltek Telkom dan STISI Telkom. Tel-U mengkhususkan program studinya pada bidang “Information and Communications Technologies, Management and Creative Industries” sebagai jawaban atas tuntutan perkembangan industri TIK yang begitu pesat.
Rata-rata pertumbuhan sektor bisnis telekomunikasi di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 20% tiap tahunnya. Pertumbuhan ini meliputi bisnis layanan komunikasi berbasis seluler, telepon tetap, internet, dan akses pita lebar. Dengan jumlah pertumbuhan sebesar itu, diperkirakan kebutuhan tenaga Infokom pada tahun 2010 di Indonesia adalah sebanyak 320.000 orang.
Saat ini penyedia lulusan infokom berasal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, termasuk Tel-U. Namun jumlah lulusan dari perguruan-perguruan tinggi yang memiliki program studi terkait dengan bidang infokom tersebut, baru sekitar 20.000 orang per tahun.
Tel-U mencanangkan di tahun 2017 nanti akan menjadi perguruan tinggi berkelas internasional yang unggul di bidang Infokom dan menjadi agen perubahan dalam membentuk insan cerdas dan kompetitif.





Visi Tel-U
Visi Telkom University adalah menjadi perguruan tinggi berkelas dunia (A World Class University)  yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi.
Misi Tel-UA
  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berstandar internasional;
  2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan seni yang diakui secara internasional;
  3. Memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dan seni, untuk kesejahteraan dan kemajuan peradaban bangsa.
Profesionalism, Recognition of achievement, Integrity, Mutual respect Entrepreneurship (PRIME)

Jadi alasan saya memilih Telkom University adalah menurut saya Telkom university merupakan universitas yg bagus di Indonesia. Sehingga saya tertarik untuk masuk di universitas ini. Dan juga rekomendasi teman dan beberapa orang di keluarga saya, maka dari itulah saya berani mengambil kuliah disini.


Alasan saya memilih Akuntansi adalah karena menurut saya setiap perusahaan pasti membutuhkan seorang tenaga akuntan untuk mengatur keuangan perusahaan dan juga sebentar lagi aka nada Masyarakat Ekonomi ASEAN maka saya memilih Akuntansi di Telkom University karena Universitas Telkom visi misinya menjadi kan Telkom University Berstandard World Class University. Untuk itulah saya masuk di Akuntansi Telkom University agar dapat bersaing kelak di Masyarakat Ekonomi ASEAN.